“Tante mandi dulu ya Bim…” kataku tersenyum saat melihat Bima sudah dirumah, Nampak segar dgn kaos dan celana jeans, terlihat kalau ia baru selesai mandi..
“Duduklah Bim…., Tante ingin bicara” kataku setelah selesai mandi dan duduk di sofa di ruang keluarga, siang ini aku hanya mengenakan daster denga kancing didepan, dan untuk satu dan lain sebab, aku tak mengenakan apapun lagi dibaliknya.
“I..iya tan..” jawab Bima dan duduk disofa di hadapanku…
“jangan duduk disitu..sini…disebelah tante…” kataku meminta yg diturutinya tanpa membantah.
“Bim…..Bima..apa yg terjadi dan apa yg kita lakukan, tante sangat berterima kasih…”kataku memulai percakapan. “Sejauh ini kita hanya melakukan..tanpa pernah banyak bicara dan tante sangat menghargai kamu tdk banyak bertanya, bisa menjaga rahasia” kataku melanjutkan, sementara pria muda itu hanya berdiam diri mendengarkan.
“Tp…..Bim…tante tdk bermaksud merusak masa depanmu, tante tak bermaksud agar kamu membaktikan diri dan hidupmu pada tante” kataku dgn suara yg agak serak untuk kemudian kulanjutkan lagi
“Duduklah Bim…., Tante ingin bicara” kataku setelah selesai mandi dan duduk di sofa di ruang keluarga, siang ini aku hanya mengenakan daster denga kancing didepan, dan untuk satu dan lain sebab, aku tak mengenakan apapun lagi dibaliknya.
“I..iya tan..” jawab Bima dan duduk disofa di hadapanku…
“jangan duduk disitu..sini…disebelah tante…” kataku meminta yg diturutinya tanpa membantah.
“Bim…..Bima..apa yg terjadi dan apa yg kita lakukan, tante sangat berterima kasih…”kataku memulai percakapan. “Sejauh ini kita hanya melakukan..tanpa pernah banyak bicara dan tante sangat menghargai kamu tdk banyak bertanya, bisa menjaga rahasia” kataku melanjutkan, sementara pria muda itu hanya berdiam diri mendengarkan.
“Tp…..Bim…tante tdk bermaksud merusak masa depanmu, tante tak bermaksud agar kamu membaktikan diri dan hidupmu pada tante” kataku dgn suara yg agak serak untuk kemudian kulanjutkan lagi
“Tp..Bima sayang pada tante…” jawabnya polos.
“Ehmmm.. itu harus..sebagai keponakan kepada tantenya…, tp bukan sebagai pria kepada wanita yg dicintainya….,”jawabku.
“Bima..mengerti tante..”jawabnya lirih
“Mmmm..makasih Bim…”kataku lagi. “
“Tante ambil minum ya…” kataku sambil beranjak berdiri.
“Biar …Bima yg ambil tante..” katanya cepat
“Ssshh…kamu tunggu disini” kataku cepat sambil mendorongnya kembali duduk… Sambil berjalan kedapur aku tersenyum..dan otakku sudah merencanakan hal lain lagi.
“Ehmmm.. itu harus..sebagai keponakan kepada tantenya…, tp bukan sebagai pria kepada wanita yg dicintainya….,”jawabku.
“Bima..mengerti tante..”jawabnya lirih
“Mmmm..makasih Bim…”kataku lagi. “
“Tante ambil minum ya…” kataku sambil beranjak berdiri.
“Biar …Bima yg ambil tante..” katanya cepat
“Ssshh…kamu tunggu disini” kataku cepat sambil mendorongnya kembali duduk… Sambil berjalan kedapur aku tersenyum..dan otakku sudah merencanakan hal lain lagi.
“Mmm…mau air putih atau susu Bim…” tanyaku
“Apa saja tante..yg gampang aja…: jawab Bima masih belum menoleh.
“Kalau mau air putih..ini…tp kalau susu kamu harus ambil sendiri” kataku dgn suara manja.
“Apa saja tante..yg gampang aja…: jawab Bima masih belum menoleh.
“Kalau mau air putih..ini…tp kalau susu kamu harus ambil sendiri” kataku dgn suara manja.
“Bim………….sssh……….auuuhhh………… ………..aaaahhh…….”, lenguhan dan erangan dgn nafasku yg semakin cepat membuatnya semakin bersemangat, dan setelah bibirnya melepaskan clitorisku..Bima tak berhenti…dgn tangan kekarnya pantatku didorongnya keatas dan kakiku jg naik tinggi…dan kurasakan sekarang lidahnya menyerbu anusku, lidahnya menjilat dan aku berteriak keras
“aaah..Bim………….aduuuhhhh…sssshhhhh…… ….”saat lidahnya bukan hanya menjilat bahkan menerobos masuk ke anusku dan itu masih ditambah dgn sebuah jari yg tiba tiba memasuki lubang memekku.
“aaah..Bim………….aduuuhhhh…sssshhhhh…… ….”saat lidahnya bukan hanya menjilat bahkan menerobos masuk ke anusku dan itu masih ditambah dgn sebuah jari yg tiba tiba memasuki lubang memekku.
“Bim..tante mulai tak tahan Bim………. aaaah……..cepat Bim…cepat………cepaaaaat..” aku setengat berteriak, setengah merintih dan Bima mempercepat gerakannya memompa dan mulai mendengus..batangnya mulai terasa berdenyut dahsyat…dan “Tante…….Bima mau keluar…………”
“Keluarin Bim…..penuhi tante dgn sperma kamu…….Bimaoooooooooooo” aku berteriak saat ia menghunjamkan kemaluannya dalam – dalam dan kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga dan aku merasakan gelombang kenikmatan yg amat panjang menerpaku dan Bima yg dgn kekuatan pemuda 20 tahun tetap bergerak cepat dan ………………..sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yg jg terdengar sangat keras
“Tante………..sssh…….keluar…uuuh……… …………..” aku meraskan cairan hangat menerpa bagian dalam kemaluanku memberikan satu gelombang lagi dalam orgasme yg sedang kurasakan dan batang penis Bima terasa berdenyut dan berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus hingga sangat jauh kedalam.
“Keluarin Bim…..penuhi tante dgn sperma kamu…….Bimaoooooooooooo” aku berteriak saat ia menghunjamkan kemaluannya dalam – dalam dan kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga dan aku merasakan gelombang kenikmatan yg amat panjang menerpaku dan Bima yg dgn kekuatan pemuda 20 tahun tetap bergerak cepat dan ………………..sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yg jg terdengar sangat keras
“Tante………..sssh…….keluar…uuuh……… …………..” aku meraskan cairan hangat menerpa bagian dalam kemaluanku memberikan satu gelombang lagi dalam orgasme yg sedang kurasakan dan batang penis Bima terasa berdenyut dan berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus hingga sangat jauh kedalam.
”Terima kasih Bim…..tante..puas sekali”
“Ah,..tante..Bima yg berterima kasih..Tante hebat sekali…” jawabnya Aku mengecup matanya dan berusaha bangkit…, saat akan kuambil tissue disamping ranjang Bima sudah bergerak lebih cepat..
”Tante..biar Bima yg bersihin ya….” katanya dan tanpa menunggu jawabanku tangannya bergerak lembut membersihkan kemaluanku dari lendir dan cairan yg memenuhinya.
“Sini..gantian..” kataku memanggilnya, aku lalu duduk dan kupegang kemaluannya yg masih lemas dan sangat basah itu.
“Ah,..tante..Bima yg berterima kasih..Tante hebat sekali…” jawabnya Aku mengecup matanya dan berusaha bangkit…, saat akan kuambil tissue disamping ranjang Bima sudah bergerak lebih cepat..
”Tante..biar Bima yg bersihin ya….” katanya dan tanpa menunggu jawabanku tangannya bergerak lembut membersihkan kemaluanku dari lendir dan cairan yg memenuhinya.
“Sini..gantian..” kataku memanggilnya, aku lalu duduk dan kupegang kemaluannya yg masih lemas dan sangat basah itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar