“Tante mandi dulu ya Bim…” kataku tersenyum saat melihat Bima sudah dirumah, Nampak segar dgn kaos dan celana jeans, terlihat kalau ia baru selesai mandi..

“Duduklah Bim…., Tante ingin bicara” kataku setelah selesai mandi dan duduk di sofa di ruang keluarga, siang ini aku hanya mengenakan daster denga kancing didepan, dan untuk satu dan lain sebab, aku tak mengenakan apapun lagi dibaliknya.
“I..iya tan..” jawab Bima dan duduk disofa di hadapanku…
“jangan duduk disitu..sini…disebelah tante…” kataku meminta yg diturutinya tanpa membantah.
“Bim…..Bima..apa yg terjadi dan apa yg kita lakukan, tante sangat berterima kasih…”kataku memulai percakapan. “Sejauh ini kita hanya melakukan..tanpa pernah banyak bicara dan tante sangat menghargai kamu tdk banyak bertanya, bisa menjaga rahasia” kataku melanjutkan, sementara pria muda itu hanya berdiam diri mendengarkan.
“Tp…..Bim…tante tdk bermaksud merusak masa depanmu, tante tak bermaksud agar kamu membaktikan diri dan hidupmu pada tante” kataku dgn suara yg agak serak untuk kemudian kulanjutkan lagi
“Bim..tante mulai tak tahan Bim………. aaaah……..cepat Bim…cepat………cepaaaaat..” aku setengat berteriak, setengah merintih dan Bima mempercepat gerakannya memompa dan mulai mendengus..batangnya mulai terasa berdenyut dahsyat…dan “Tante…….Bima mau keluar…………”
“Keluarin Bim…..penuhi tante dgn sperma kamu…….Bimaoooooooooooo” aku berteriak saat ia menghunjamkan kemaluannya dalam – dalam dan kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga dan aku merasakan gelombang kenikmatan yg amat panjang menerpaku dan Bima yg dgn kekuatan pemuda 20 tahun tetap bergerak cepat dan ………………..sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yg jg terdengar sangat keras
“Tante………..sssh…….keluar…uuuh……… …………..” aku meraskan cairan hangat menerpa bagian dalam kemaluanku memberikan satu gelombang lagi dalam orgasme yg sedang kurasakan dan batang penis Bima terasa berdenyut dan berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus hingga sangat jauh kedalam.
“Tante mandi dulu ya Bim…” kataku tersenyum saat melihat Bima sudah dirumah, Nampak segar dgn kaos dan celana jeans, terlihat kalau ia baru selesai mandi..

“Duduklah Bim…., Tante ingin bicara” kataku setelah selesai mandi dan duduk di sofa di ruang keluarga, siang ini aku hanya mengenakan daster denga kancing didepan, dan untuk satu dan lain sebab, aku tak mengenakan apapun lagi dibaliknya.
“I..iya tan..” jawab Bima dan duduk disofa di hadapanku…
“jangan duduk disitu..sini…disebelah tante…” kataku meminta yg diturutinya tanpa membantah.
“Bim…..Bima..apa yg terjadi dan apa yg kita lakukan, tante sangat berterima kasih…”kataku memulai percakapan. “Sejauh ini kita hanya melakukan..tanpa pernah banyak bicara dan tante sangat menghargai kamu tdk banyak bertanya, bisa menjaga rahasia” kataku melanjutkan, sementara pria muda itu hanya berdiam diri mendengarkan.
“Tp…..Bim…tante tdk bermaksud merusak masa depanmu, tante tak bermaksud agar kamu membaktikan diri dan hidupmu pada tante” kataku dgn suara yg agak serak untuk kemudian kulanjutkan lagi
“Bim..tante mulai tak tahan Bim………. aaaah……..cepat Bim…cepat………cepaaaaat..” aku setengat berteriak, setengah merintih dan Bima mempercepat gerakannya memompa dan mulai mendengus..batangnya mulai terasa berdenyut dahsyat…dan “Tante…….Bima mau keluar…………”
“Keluarin Bim…..penuhi tante dgn sperma kamu…….Bimaoooooooooooo” aku berteriak saat ia menghunjamkan kemaluannya dalam – dalam dan kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga dan aku merasakan gelombang kenikmatan yg amat panjang menerpaku dan Bima yg dgn kekuatan pemuda 20 tahun tetap bergerak cepat dan ………………..sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yg jg terdengar sangat keras
“Tante………..sssh…….keluar…uuuh……… …………..” aku meraskan cairan hangat menerpa bagian dalam kemaluanku memberikan satu gelombang lagi dalam orgasme yg sedang kurasakan dan batang penis Bima terasa berdenyut dan berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus hingga sangat jauh kedalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar